Minggu, 29 Januari 2017

Jangan Terlalu Banyak Fitnah di Antara Kita


Salam Damaaaiiiii .... foto sama sekali tidak nyambung yaaaakkk!!!!


Ada orang yang disibukkan mencari-cari kesalahan, dibuat bangga ketika mendapati celah dari seseorang. Bahkan untuk hal-hal kecil, hal yang seharusnya tak menjadi masalah bisa saja begitu dibesar-besarkan, begitu digembor-gemborkan hingga menjadi benar-benar besar.
            Adakah kebahagian yang diperoleh dari melakukan demikian? Adakah ketenangan di dalam hati setelah berhasil menyebarkannya hingga orang-orang kemudian ikut-ikutan menghakimi? Terlalu rendah selera ‘tenang’ yang kau maksudkan jika benar-benar ada ketenangan batin di sana. Bagaimana mungkin seseorang begitu berbangga dan tanpa rasa bersalah sedikit pun di saat berhasil menjatuhkan nama baik seseorang? Kalaupun ternyata kebetulan benar kesalahan kecil yang dilakukan saudara kita, tidaklah pantas bagi kita untuk menyebarkannya. Aib seseorang, bahkan Allah ikut menutupinya. Lalu mengapa kita yang hanya manusia biasa bisa begitu enteng menyebarkannya?
            Orang lain, adalah juga seperti diri kita. Tak pernah ingin kesalahan yang senantiasa ditutupinya justru dipublikasikan. Urusan saudara kita dengan Tuhan, jangan kau ikut-ikut menghakiminya. Jika ingin turut campur, datangilah dengan nasihat, bukan cemoohan.
            Dalam urusan kriminal, pelanggaran hukum dalam undang-undang pidana, melaporkan kejahatan masyarakat tentu hal terpuji, selama itu benar-benar dilakukannya. Tapi hal yang menyesakkan saya adalah, terlalu banyak fitnah di antara kita. Yaelaaa ...
            Untuk kasus yang tak begitu kita fahami, apa salahnya untuk diam saja? Karena ikut-ikutan menghakimi tanpa meyakini kebenarannya sama saja fitnah dan itu sama sekali tidak keren. Takkan pernah menambah kadar kegantengan ataupun kecantikanmu. Bahkan bagi saya, seganteng atau secantik apapun kau tapi ikut-ikutan memprovokasi dengan berita yang tak jelas justru akan menghilangkan auramu. Tetaplah ganteng dan cantik dengan cara lebih pandai dalam menilai berita. Lebih bijak dalam menyerap kabar. Lebih hati-hati dalam menyebar informasi.
            Terlebih lagi, jangan sampai dan jangan biarkan kepentingan pribadi, politik, ras dan apapun itu membutakanmu untuk membenarkan sesuatu yang salah, mengada-ngada bahkan berani memfitnah. Jangan. Karena kuyakin, nuranimu berontak akan hal itu. Kau hanya berpura-pura tenang demi kebahagian semu.
Posting Komentar